Minggu, 06 November 2022

AKIDAH AKHLAK KELAS XII BAB I AL-ASMA` AL-HUSNA

 CERMINAN DAN NILAI MULIA AL-ASMA` AL-HUSNA

    Berbagai macam perilaku bisa kita lakukan sebagai cerminan dari al-Asma` al-Husna. Al-Asma` al-Husna adalah gabungan dari dua kata yaitu al-Asma yang artinya nama-nama dan al-Husna berarti paling baik. Maka pengertian al-Asma` al-Husna adalah nama-nama yang paling baik yang Allah SWT. perkenalkan melalui al-ayat al-qauliyyah-Nya. Pembahasan bab ini terkait dengan al-Asma` al-Husna yakni al-Afuww, al-Razzaq, al-Malik, al-Hasib, al-Hadi, al-Khalik dan al-Hakim.

A.  Maha Pemaaf (Al- ‘Afuww)

Nama al- ‘Afuww merupakan nama ke-83 dari 99 al-Asmā` al-Ḥusnā. Kata al- ‘Afuww, terambil dari akar kata yang terdiri dari huruf ‘ain, fa`, dan wauw. Maknanya yaitu meninggalkan sesuatu dan memintanya. Dari sini lahir kata ‘afwu yang berarti meninggalkan sanksi terhadap yang bersalah (memaafkan). Dalam beberapa kamus kata ‘afwu berarti menghapus, membinasakan dan mencabut akar sesuatu. Kata al- ‘Afuww berarti Allah Maha memafkan kesalahan hambanya. Pemaafan Allah tidak hanya tertuju pada mereka yang bersalah secara tidak sengaja atau melakukan kesalahan yang tidak diketahui, melainkan pemaafan secara universal diberikan kepada semua hamba-Nya bahkan sebelum mereka meminta maaf. Dengan nama ini, kita harus meyakini bahwa Allah akan memaafkan segala kesalahan hamba-Nya dan kita harus menunjukkan perilaku memafkan dan menutup orang lain sebagai cerminan atas nama baik al-‘Afuww.

B.  Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzāq)

Nama ar-Razzāq merupakan nama ke-18 dari 99 al-Asmā` al-Ḥusnā. Kata ArRazzāq terambil dari akar kata ra`, za`, dan qaf, berarti rezeki atau penghidupan. Dalam KBBI, rezeki berarti sesuatu yang dipakai untuk memelihara kehidupan, dapat berupa makanan, nafkah, dan hal-hal lain. Imam Ghazali menjelaskan kata ar-Razzāq adalah Dia yang menciptakan rezeki dan menciptakan yang memberi rezeki, serta Dia pula yang mengantarnya kepada mereka dan menciptakan sebab-sebab sehingga mereka dapat menikmatinya. Dengan nama ini, kita harus meyakini bahwa Allah telah menjamin rezeki hamba-Nya dan kita harus menunjukkan perilaku dermawan kepada orang lain sebagai cerminan atas nama baik al-Rozzāq.

C.  Maha Penguasa (Al-Malik)

Nama al-Malik merupakan nama ke-18 dari 99 al-Asmā` al-Ḥusnā. Kata alMalik secara umum diartikan raja atau penguasa. Kata al-Malik terdiri dari huruf mim, lam, dan kaf yang rangkaiannya mengandung arti kekuatan dan kesahihan. Imam al-Ghazali menjelaskan arti al-Malik ialah Dia yang tidak butuh pada sesuatu dan Dia adalah yang dibutuhkan. Dia adalah Penguasa dan Pemilik secara mutlak segala hal yang ada. Hasilnya, al-Malik memiliki kuasa atas pengendalian dan pemeliharaan kekuasaan-Nya. Dengan nama ini, kita harus meyakini bahwa hanya Allah yang mutlak menguasai dan merajai alam semesta ini meskipun secara tampak terlihat dikelola oleh manusia dan kita harus menunjukkan perilaku bertanggung jawab atas alam semesta yang diberikan kendalinya kepada manusia sebagai cerminan atas nama baik al-Malik

D.  Maha Mencukupi dan Maha Pembuat Perhitungan (Al-Ḥasīb)

Nama al-Ḥasīb merupakan nama ke-41 dari 99 al-Asmā` al-Ḥusnā. Kata al- Ḥasīb berakar kata dari huruf ḥa`, sin, dan ba` mempunyai arti menghitung dan mencukupkan. Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa al-Ḥasīb merupakan Dia yang mencukupi siapa yang mengandalkannya. Sifat ini tidak disandang kecuali Allah sendiri, karena Allah saja lah yang dapat mencukupi dan diandalkan oleh semua makhluk. Dengan nama ini kita harus meyakini bahwa hanya dengan Allah kita dapat merasa berkecukupan karena sikap sederhana dan tidak banyak tingkah hanya dapat dilakukan dengan mendekatkan diri kepada-Nya. Selain itu kita juga harus meyakini bahwa segala amal perbuatan kita di dunia akan dihitung pada hari perhitungan kelak dan oleh karenanya kita harus melakukan evaluasi diri secara konsisten sebagai cerminan dari nama baik al-Hasīb.

E.   Maha Pemberi Petunjuk (Al-Hādi)

Nama al-Hādi merupakan nama ke-94 dari 99 al-Asmā` al-Ḥusnā. Kata alHādi berakar kata dari huruf ha`, dal, dan ya` berarti tampil ke depan untuk memberi petunjuk dan menyampaikan dengan lemah lembut. Imam al-Ghazali menjelaskan makna al-Hādi berarti Dia yang Maha memberikan petunjuk kepada makhluk-Nya untuk mengenal diri-Nya. Dengan nama ini, kita harus meyakini bahwa Allah telah memberikan petunjuk secara sempurna baik naluri, panca indera, dan lain sebagainya. Kita juga harus memantulkan petunjuk dari Allah berupa saling mengingatkan dengan cara yang pantas dan tepat ketika ada kesalahan atau ketidakpantasan dalam berlaku sebagai cerminan atas nama baik al-Hādi.

F.   Maha Pencipta (Al-Khāliq)

Nama al-Khāliq merupakan nama ke-12 dari 99 al-Asmā` al-Ḥusnā. Kata al-Khāliq berakar kata dari huruf kha’, lam, dan qaf berarti mengukur dan menghapus. Makna ini lalu mengalami perluasan antara lain dengan arti menciptakan dari tiada dan menciptakan tanpa suatu contoh terlebih dahulu. Nama al-Khāliq memiliki makna bahwa Allah Maha pencipta segala sesuatu. Dengan nama ini, kita harus meyakini bahwa segala ciptaan Allah telah dijadikan oleh-Nya dengan indah. Oleh karena itu kita harus mensyukurinya dan meneladaninya dengan mengembangkan pikiran dan aksi kreatif dan inovatif sebagai cerminan atas nama baik al-Khāliq.

G.   Maha Bijaksana (Al-Ḥakīm)

Nama al-Ḥakīm merupakan nama ke-47 dari 99 al-Asmā` al-Ḥusnā. Kata al-Ḥakīm berakar dari huruf ḥa`, kaf, dan mīm berarti bijaksana. Nama al-Ḥakīm menunjukkan bahwa Allah Mahabijaksana atas segala sesuatu. Dengan kebijaksanaan-Nya, Allah memberikan manfaat dan kemudahan makhluk-Nya atau menghalangi dan menghindarkan terjadinya kesulitan bagi makhluk Nya. Tidak ada keraguan dan kebimbangan dalam segala perintah dan larangan-Nya, dan tak satu pun makhluk yang dapat menghalangi terlaksananya kebijaksanaan atau hikmah-Nya Imam al-Ghazali menjelaskan kata al-Ḥakīm dalam arti pengetahuan akan sesuatu yang paling utama. Karena Dia mengetahui ilmu yang abadi dan hanya Dia yang mengetahui wujud yang mulia. Dengan nama ini, kita harus meyakini bahwa segala kejadian yang ada ini merupakan bukti kebijaksanaan Allah, pasti ada hikmah dari kejadian itu. Selain keyakinan itu, kita juga harus meneladani nama baik alHakīm dengan cara berusaha untuk menjadi manusia yang bijaksana.

AKIDAH AKHLAK KELAS XII BAB I AL-ASMA` AL-HUSNA

 CERMINAN DAN NILAI MULIA AL-ASMA` AL-HUSNA      Berbagai macam perilaku bisa kita lakukan sebagai cerminan dari al-Asma` al-Husna . Al-Asma...