CERMINAN DAN NILAI MULIA AL-ASMA` AL-HUSNA
Berbagai macam perilaku bisa kita
lakukan sebagai cerminan dari al-Asma` al-Husna. Al-Asma` al-Husna adalah gabungan
dari dua kata yaitu al-Asma yang artinya nama-nama dan al-Husna berarti paling
baik. Maka pengertian al-Asma` al-Husna adalah nama-nama yang paling baik yang Allah
SWT. perkenalkan melalui al-ayat al-qauliyyah-Nya. Pembahasan bab ini terkait
dengan al-Asma` al-Husna yakni al-Afuww, al-Razzaq, al-Malik, al-Hasib,
al-Hadi, al-Khalik dan al-Hakim.
A. Maha Pemaaf (Al- ‘Afuww)
Nama al- ‘Afuww merupakan
nama ke-83 dari 99 al-Asmā` al-Ḥusnā. Kata al- ‘Afuww, terambil
dari akar kata yang terdiri dari huruf ‘ain, fa`, dan wauw. Maknanya yaitu
meninggalkan sesuatu dan memintanya. Dari sini lahir kata ‘afwu yang berarti meninggalkan
sanksi terhadap yang bersalah (memaafkan). Dalam beberapa kamus kata ‘afwu berarti
menghapus, membinasakan dan mencabut akar sesuatu. Kata al- ‘Afuww berarti Allah
Maha memafkan kesalahan hambanya. Pemaafan Allah tidak hanya tertuju pada mereka
yang bersalah secara tidak sengaja atau melakukan kesalahan yang tidak
diketahui, melainkan pemaafan secara universal diberikan
kepada semua hamba-Nya bahkan sebelum mereka meminta maaf. Dengan nama ini, kita harus meyakini bahwa Allah akan memaafkan segala kesalahan
hamba-Nya dan kita harus menunjukkan perilaku memafkan dan menutup orang lain sebagai
cerminan atas nama
baik al-‘Afuww.
B. Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzāq)
Nama ar-Razzāq merupakan
nama ke-18 dari 99 al-Asmā` al-Ḥusnā. Kata ArRazzāq terambil dari
akar kata ra`, za`, dan qaf, berarti
rezeki atau penghidupan. Dalam KBBI, rezeki berarti sesuatu yang dipakai untuk
memelihara kehidupan, dapat berupa makanan, nafkah, dan hal-hal
lain. Imam Ghazali menjelaskan kata ar-Razzāq adalah Dia
yang menciptakan rezeki dan menciptakan yang memberi rezeki, serta Dia pula yang
mengantarnya kepada mereka dan menciptakan sebab-sebab sehingga mereka dapat
menikmatinya. Dengan nama ini, kita harus meyakini bahwa Allah telah
menjamin rezeki hamba-Nya dan kita harus menunjukkan perilaku dermawan kepada orang
lain sebagai cerminan atas nama baik al-Rozzāq.
C. Maha Penguasa (Al-Malik)
Nama al-Malik merupakan
nama ke-18 dari 99 al-Asmā` al-Ḥusnā. Kata alMalik secara umum
diartikan raja atau penguasa. Kata al-Malik terdiri dari
huruf
mim,
lam, dan kaf yang
rangkaiannya mengandung arti kekuatan dan kesahihan. Imam
al-Ghazali menjelaskan arti al-Malik ialah Dia
yang tidak butuh pada sesuatu dan Dia adalah yang dibutuhkan. Dia
adalah Penguasa dan Pemilik secara mutlak segala hal yang ada. Hasilnya, al-Malik memiliki
kuasa atas pengendalian dan pemeliharaan kekuasaan-Nya. Dengan nama ini, kita harus meyakini bahwa hanya Allah yang mutlak menguasai dan
merajai alam semesta
ini meskipun secara tampak terlihat dikelola oleh manusia dan kita harus menunjukkan perilaku
bertanggung jawab atas alam semesta yang diberikan kendalinya kepada manusia sebagai
cerminan atas nama baik al-Malik
D. Maha Mencukupi dan Maha Pembuat Perhitungan (Al-Ḥasīb)
Nama al-Ḥasīb merupakan
nama ke-41 dari 99 al-Asmā` al-Ḥusnā. Kata al- Ḥasīb berakar kata
dari huruf ḥa`, sin, dan ba` mempunyai
arti menghitung dan mencukupkan. Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa al-Ḥasīb merupakan Dia
yang mencukupi
siapa yang mengandalkannya. Sifat ini tidak disandang kecuali Allah sendiri,
karena Allah saja lah yang dapat mencukupi dan diandalkan oleh semua makhluk. Dengan nama ini kita harus meyakini bahwa hanya dengan Allah kita
dapat merasa berkecukupan
karena sikap sederhana dan tidak banyak tingkah hanya dapat dilakukan dengan mendekatkan diri
kepada-Nya. Selain itu kita juga harus meyakini bahwa segala amal perbuatan kita di dunia
akan dihitung pada hari perhitungan kelak dan oleh karenanya kita harus melakukan
evaluasi diri secara konsisten sebagai cerminan dari nama baik al-Hasīb.
E. Maha Pemberi Petunjuk (Al-Hādi)
Nama al-Hādi merupakan
nama ke-94 dari 99 al-Asmā` al-Ḥusnā. Kata alHādi berakar kata
dari huruf ha`, dal, dan ya` berarti
tampil ke depan untuk memberi petunjuk dan menyampaikan dengan
lemah lembut. Imam al-Ghazali menjelaskan makna al-Hādi berarti Dia
yang Maha memberikan petunjuk kepada makhluk-Nya untuk
mengenal diri-Nya. Dengan nama ini, kita
harus meyakini
bahwa Allah telah memberikan petunjuk secara sempurna baik naluri, panca indera, dan lain sebagainya.
Kita juga harus memantulkan petunjuk dari Allah berupa saling mengingatkan dengan
cara yang pantas dan tepat ketika ada kesalahan atau ketidakpantasan dalam berlaku
sebagai cerminan atas nama baik al-Hādi.
F. Maha Pencipta (Al-Khāliq)
Nama al-Khāliq merupakan
nama ke-12 dari 99 al-Asmā` al-Ḥusnā. Kata al-Khāliq berakar kata
dari huruf kha’, lam, dan qaf berarti
mengukur dan menghapus. Makna ini lalu mengalami
perluasan antara lain dengan arti menciptakan dari tiada dan menciptakan tanpa suatu contoh terlebih dahulu. Nama al-Khāliq
memiliki
makna bahwa Allah Maha pencipta segala sesuatu. Dengan nama ini,
kita harus meyakini bahwa segala ciptaan Allah telah dijadikan oleh-Nya dengan indah.
Oleh karena itu kita harus mensyukurinya dan meneladaninya dengan mengembangkan pikiran
dan aksi kreatif dan
inovatif sebagai cerminan atas nama baik al-Khāliq.
G. Maha Bijaksana (Al-Ḥakīm)
Nama al-Ḥakīm merupakan
nama ke-47 dari 99 al-Asmā` al-Ḥusnā. Kata al-Ḥakīm berakar dari
huruf ḥa`, kaf, dan mīm berarti
bijaksana. Nama al-Ḥakīm menunjukkan bahwa Allah Mahabijaksana
atas segala sesuatu. Dengan kebijaksanaan-Nya, Allah memberikan
manfaat dan kemudahan makhluk-Nya atau menghalangi dan menghindarkan
terjadinya kesulitan bagi makhluk Nya. Tidak ada keraguan dan
kebimbangan dalam segala perintah dan larangan-Nya, dan tak satu pun makhluk yang
dapat menghalangi terlaksananya kebijaksanaan atau hikmah-Nya Imam
al-Ghazali menjelaskan kata al-Ḥakīm dalam arti
pengetahuan akan sesuatu yang paling utama. Karena Dia mengetahui ilmu yang
abadi dan hanya Dia yang mengetahui wujud yang mulia. Dengan nama ini, kita harus meyakini bahwa segala kejadian yang ada ini merupakan bukti kebijaksanaan
Allah, pasti ada hikmah dari kejadian itu. Selain keyakinan itu, kita juga harus
meneladani nama baik alHakīm dengan cara berusaha untuk menjadi manusia
yang bijaksana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar